Tahun ini bisa dibilang tahun yang begitu suram bagi sejumlah pay TV namun keadaan sebaliknya justru terjadi pada MNC Group, Transmedia, dan Telkom Group

Emtek Group yang mencoba mencari ceruk pasar di industri pay TV melalui Nexmedia sebagai satu-satunya pay TV berbasis DVB-T2 akhirnya harus gulung tikar setelah hampir 8 tahun mengudara, namun di sisi lain Emtek akan lebih fokus mengembangkan Vidio Premier dengan memasukkan beberapa channel premium favorit di Nexmedia ke Vidio Premier (terutama untuk channel yang belum masuk dalam line-up Vidio Premier). Selama beroperasi, Nexmedia hanya berkutat melayani pelanggan di Jabodetabek. Meski ada rencana ekspansi, namun nyatanya hal itu tidak pernah terwujud meski sebenarnya bisa menumpang transmisi SCTV / Indosiar di daerah tujuan ekspansi


Big TV nampaknya kini seolah "hidup segan mati tak mau" dengan hilangnya sejumlah channel favorit pelanggan. Banyak yang memprediksi pay TV satelit milik Lippo Group ini akan menyusul nasib Orange TV, Aora, dan Centrin TV yang harus gulung tikar. Beruntungnya Lippo masih memiliki pelanggan setia First Media di sejumlah kota besar meski kalah bersaing dengan "new comer" yang menyediakan layanan internet fiber optic dengan service yang lebih menarik pelanggan

Topas TV yang terkenal murah meriah dari segi harga juga nyaris tidak ada perkembangan yang begitu pesat. Hanya saja di tahun ini mereka mencoba peruntungan dengan membentuk joint venture bersama GO TV Kabel bernama "GOPAS" sebagai pemasok sejumlah konten premium untuk local cable operator dengan harga yang lebih ekonomis

Skynindo? Nyaris tidak ada kabar tentang pay TV yang satu ini. Pay TV ini dikenal sebagai operator yang sewaktu-waktu "buka tirai" di semua dekoder

Matrix TV? Tahun ini memang membuat kejutan dengan memperoleh hak siar eksklusif Premier League dari Mola TV selaku pemegang hak siar penuh di wilayah Indonesia untuk musim 2019-2022. Tidak ada pay TV selain Matrix TV yang menyiarkan EPL untuk kali ini, namun di sisi lain Matrix TV juga mengeluarkan kebijakan harga paket yang terbilang kontroversial per 1 Agustus 2019. Dengan atau tanpa menyertakan paket Liga 1, harga voucher untuk menyaksikan EPL di Mola TV dipatok seharga 149-199 ribu tanpa menyertakan beIN Sports dan UEFA Competitions (karena lepasnya channel TSB milik FMA dari Matrix TV), sehingga banyak user yang merasa keberatan. Terlebih bagi yang tinggal di kota besar, penggemar klub-klub EPL juga harus membeli perangkat parabola terlebih dahulu. Jika kendala ini tidak disikapi dengan bijak, Matrix TV bisa terancam mengalami hal serupa dengan Orange TV tahun lalu, mengingat kontrak sewa transponder kedua di Palapa D (kabarnya) tidak diperpanjang

Transmedia dengan Transvision-nya masih tetap stabil sebagai runner-up dalam hal market share. Meski konten olahraga tidak sebanyak beberapa pay TV lain, namun mereka masih konsisten menyasar segmen keluarga menengah ke atas dengan berbagai tayangan hiburan menarik dari channel premium terbaik. Sejak akhir 2018 lalu, Transvision mengukuhkan diri sebagai pemegang hak eksklusif redistribusi saluran SBS Indonesia sekaligus mengukuhkan diri sebagai gudangnya Korean Wavers untuk ranah pay TV, dengan memanfaatkan momentum kerjasama strategis Transmedia dan SM Entertainment

Telkom Group sebagai mantan pemilik utama Transvision yang dulunya bernama Telkomvision (sampai sekarang masih memiliki 20% saham di Transvision) juga setali tiga uang dengan UseeTV-nya (karena beberapa channel eksklusif Transvision juga tayang di UseeTV). Hanya saja untuk konten olahraga, UseeTV (yang digabungkan dengan layanan internet IndiHome) memiliki porsi yang lebih banyak baik lokal maupun mancanegara (walaupun minus EPL dan UEFA Competitions), plus ditambah dengan jaringan Telkom yang menjangkau hampir seluruh Indonesia

Bagaimana dengan MNC Group? Mereka sampai sekarang belum tertandingi dalam hal market share di bidang pay TV. MNC Vision masih tetap menjadi pay TV pilihan utama masyarakat Indonesia khususnya di kalangan keluarga menengah ke atas dengan konten yang nyaris semuanya tersedia. Keunggulan paling utama adalah menjadi pay TV yang memegang hak penuh terhadap redistribusi saluran RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews dengan menyajikan tayangan yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan channel premium bertaraf internasional. Kelebihan lainnya adalah ketahanan terhadap cuaca dengan frekuensi S-Band yang bahkan tidak dimiliki oleh pay TV manapun di dunia karena mereka memiliki satelit yang dioperasikan sendiri (Indostar-II). Kelebihan lainnya adalah, sejak 2014 tayangan MNC Vision juga dapat disaksikan dengan MNC Play bagi pelanggan di sejumlah kota besar yang juga membutuhkan layanan broadband internet dengan penawaran paket tayangan yang nyaris sama. Di tahun ini, MNC Vision Networks telah resmi mengakuisisi 60% saham K-Vision sebagai salah satu pay TV berbasis prabayar favorit masyarakat.

Post a Comment

Previous Post Next Post