ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model problem based learning dengan media video untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Jumlah subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 3 Tembuku yang berjumlah 22 orang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar IPS. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang berbentuk tes uraian yang diberikan setiap akhir siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model problem based learning dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VIIID SMP Negeri 3 Tembuku. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil belajar siswa dari rata-rata tes hasil belajar tiap siklus yang terus meningkat. Jika rerata hasil belajar pada pra siklus, siklus I, dan siklus II dibandingkan, maka pada pra siklus rerata hasil belajar siswa adalah 54,09 sedangkan pada siklus I adalah 72,18. Dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 18,09 poin dari pra siklus ke siklus I. Dari pra siklus ke siklus II yaitu angka rerata  72,18 ke 76,18, maka terjadi peningkatan sebesar 4,00 poin.  Sedangkan perbandingan ketuntasan hasil belajar siklus I ke siklus II yaitu dari 77,27% ke 86,36%. Dengan demikian dari siklus I ke siklus II terjadi pengingkatan sebesar 9.09 poin.


Kata kunci       :           Model Problem Based Learning, media video, dan hasil belajar IPS



PENDAHULUAN
 Kondisi ideal yang diharapkan dari hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di persekolahan dianggap belum sesuai dengan harapan, bahkan beberapa temuan penelitian dan pengamatan para ahli pendidikan memperkuat kesimpulan bahwa pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia belum maksimal karena pembetukan sikap ilmiah yang dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial masih belum begitu nampak aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ketrampilan ilmiah para siswa lulusan masih memprihatinkan, terbukti dengan partisIPSsi siswa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan semakin menyusut. Banyak penyebab yang melatarbelakangi mengapa pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial belum dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Faktor penyebabnya dapat berpangkal pada kurikulum, rancangan, pelaksana, pelaksanaan ataupun faktor-faktor pendukung pembelajaran lainnya.
Kenyataan di  lapangan  menunjukkan pembelajaran IPS di Indonesia saat ini dIPSndang belum maksimal khususnya pada tingkat SMP. Dari  hasil  observasi  dan  refleksi  yang  telah  dilaksanakan  di  SMPN 3 Tembuku  pada  semester  I  tahun  ajaran  2013/2014  khususnya  pada siswa kelas VIIID menunjukkan masih banyak permasalahan pada saat pelaksanaan pembelajaran  IPS,  diantaranya  guru  mengajar  secara  monoton,  kurang  menarik, kurang  tepat  dalam  memilih  model  pembelajaran,  dan  juga  tidak  menggunakan media dalam pembelajarannya sehingga menyebabkan  siswa kesulitan memahami materi  yang  dipelajari.  Peran  siswa  tampak  belum  secara  optimal  diperlakukan sebagai  subyek  didik  yang  memiliki  potensi  untuk  berkembang  secara  mandiri. Posisi  siswa  masih  dalam  situasi  dan  kondisi  belajar  yang  menempatkan  siswa dalam keadaan pasif. Aktivitas dan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS masih sangat kurang sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa rendah.
Permasalahan di SMPN 3 Tembuku didukung dengan data hasil belajar mata pelajaran IPS pada siswa kelas VIIID pada tahun ajaran 2013/2014 yang  masih  mendapatkan  nilai dibawah  Kriteria  Ketuntasan Minimal (KKM)  yang  ditetapkan  yaitu  70.  Data  hasil  belajar  ditunjukkan  dengan  nilai terendah 54 dan nilai tertinggi 82, dengan rerata kelas yaitu 65,3. Dari 20 siswa, yang mencapai KKM hanya 7 siswa sedangkan sisanya 13 siswa belum mencapai KKM.  Dengan  melihat  data  hasil  belajar  dan  pelaksanakan  mata  pelajaran  IPS perlu sekali ditingkatkan kualitas pembelajarannya.
Permasalahan  tersebut  menunjukkan  bahwa  pembelajaran  IPS  di  kelas VIIID SMPN 3 Tembuku  perlu  diperbaiki  untuk  meningkatkan  keterampilan guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa. Dengan berpijak pada teori konstruktivisme dan gambaran  permasalahan yang ada maka peneliti berkolaborasi dengan guru kelas VIII menetapkan alternatif pemecahan dengan menerapkan model Problem Based Learning dengan media video.
Dengan menerapkan model Problem Based Learning dengan media video dalam pembelajaran IPS  akan  dapat  mengembangkan  keterampilan  berpikir  kritis  dan  analitis  serta menghadapkan  siswa  pada  latihan  untuk  memecahkan  masalah-masalah sehari-hari. Hal ini dikarenakan model Problem Based Learning dalam pelaksanaannya dicirikan dengan adanya masalah yang  dirancang  secara  khusus untuk  dapat merangsang  dan  melibatkan  siswa dalam pola pemecahan masalah. Masalah diberikan agar siswa  dapat  mengembangkan keterampilan dalam memecahkan permasalahan, menumbuhkan inisiatif siswa dalam mencari alternatif pemecahan masalah,  siswa  akan  terlibat  aktif  dan  memiliki  motivasi  internal  yang  cukup tinggi  dikarenakan  siswa  ingin  segera  tahu  hasil  akhir  dari penyelesaian masalahnya,  dapat  menumbuhkan  hubungan  interpersonal  dalam  bekerja kelompok, dan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari serta  menerapkannya  dalam  kondisi  nyata  pada  kehidupan  sehari-hari sehingga akan diperoleh pembelajaran yang semakin bermakna.

METODE
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang secara umum bertujuan meningkatkan dan memperbaiki kualitas pada proses pembelajaran di kelas yang bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 3 Tembuku, yang berlokasi di Dusun Sama Undisan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Subjek penelitian adalah semua siswa kelas VIIID SMP Negeri 3 Tembuku yang berjumlah 22 orang. Kelas ini dipilih, mengingat kelas ini yang terdiri atas 11 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPS. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 (dua) siklus dengan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi/evaluasi, dan (4) refleksi. Tahapan-tahapan tersebut dalam pelaksanaannya akan membentuk alur berupa siklus, jika mulai dari perencanaan kemudian tindakan dan observasi serta evaluasi selanjutnya dilakukan refleksi. Hasil refleksi ini akan menjadi perencanaan pada siklus berikutnya. Rancangan penelitian ini berdasarkan pada penelitian tindakan Model Spiral Kemmis & Mc Taggart (1988). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 dengan implementasi pembelajaran mulai minggu kedua bulan Januari sampai minggu pertama bulan Mei tahun 2014.
Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan melalui pemberian tes hasil belajar setiap akhir siklus. Disamping itu juga dilakukan observasi selama proses pemblajaran untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan nilai rata-rata atau mean (M) dan standar deviasi (SD), daya serap siswa (DSS), serta ketuntasan klasikal (KK). Analsis ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingkan rerata skor tes reading comprahention siswa dari prasiklus ke siklus I, dari prasiklus ke siklus II, dan dari siklus I ke siklus II, sehingga dapat diinferensikan makna tertentu (Sudijono, 2010: 4-5). Dalam hal ini dari perbandingan yang dimaksudkan dapat diketahui berapa poin peningkatan tes hasil belajar IPS siswa. Dari peningkatan hasil tes hasil belajar dari ketiga hal yang dikomparatifkan akan dapat ditarik suatu simpulan.

Post a Comment

Previous Post Next Post