ABTRAK:
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem
Solving dapat meningkatkan hasil belajar Bimbingan
Konseling siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK)
dengan desain penelitian siklustis. Subjek penelitian ini adalah semua siswa
kelas VII SMA Negeri 1 Susut semester 1
tahun pelajaran 2014/2015 dan objek penelitian adalah hasil belajar Sejarah
siswa. Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Metode analisis data
yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif
menggunakan rata-rata dan ketuntasan klasikal. Berdasarkan analisis hasil penelitian didapat bahwa penerapan
model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan hasil
belajar Sejarah siswa.
Kata kunci : Kata kunci: Sejarah,Solving,Siklus,Metode
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kehidupan yang serba maju, modern dan
serba canggih seperti saat ini, pendidikan memegang peranan penting untuk
menjamin kelangsungan hidup. Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan
mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
pasal 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan
nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki
peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas dengan ciri-ciri beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.
Kini semakin disadari bahwa pendidikan
memainkan peranan yang sangat penting didalam kehidupan dan kemajuan umat
manusia. Pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam kehidupan
setiap individu, mempengaruhi perkembangan fisik, daya, jiwa, sosial dan
moralitasnya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
melalui kegiatan-kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya di
masa yang akan datang. SMA Negeri 1 Susut adalah sekolah
negeri yang terletak di Jln. Raya Putra Yudha, Kecamatan Susut, Kabupaten
Bangli, Provinsi Bali. Kegiatan pembelajaran masih termasuk tradisional karena
kebanyakan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi,
sehingga siswa merasa bosan dalam megikuti proses pembelajaran. Hal itu
diketahui dari hasil survei yang telah dilakukan. Dari hasil survei tersebut pembelajaran
Sejarah kurang diminati oleh siswa.
Diharapkan dengan menggunakan metode
problem solving dalam proses pembelajaran Sejarah akan menarik minat
siswa mengikuti kegiatan belajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar
siswa.
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
di atas dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi di SMA Negeri 1
Susut sebagai berikut:
1.
Masih
rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah.
2.
Masih
rendahnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah.
3. Pembelajaran
Sejarah masih didominasi
dengan metode ceramah.
4. Masih
kurangnya penerapan metode pembelajaran yang bervariasi oleh para guru.
5. Guru
belum menerapkan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik
mata pelajaran atau materi pelajaran yang diajarkan.
6.
Masih
kurangnya penerapan metode problem solving dalam proses pembelajaran.
C. Rumusan
Masalah
Dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah
di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.
Bagaimana
upaya meningkatkan hasil belajar Sejarah dengan
menggunakan metode problem solving di SMA Negeri 1 Susut?
2.
Bagaimana
peningkatan hasil belajar Sejarah yang terjadi
pada siswa setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode problem solving?
D. Tujuan
Penelitian
1.
Untuk
mengetahui apakah penerapan metode problem solving dapat meningkatkan minat belajar Sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Susut.
2.
Untuk
mengetahui apakah penerapan metode problem solving dapat meningkatkan hasil
bejara Sejarah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Susut. .
E. Manfaat
Penelitian
Manfaat yang diharapkan
dari penelitian ini adalah:
1.
Manfaat
Teoritis
Bertambahnya khazanah keilmuan
yang berkaitan dengan metode pembelajaran Problem Solving.
2.
Manfaat
Praktis
a. Bagi
Guru
1) Mampu
menganalisis terjadinya permasalahan-permasalahan pembelajaran dan mampu mengatasi
permasalahan tersebut.
2) Mampu mendapatkan
suasana pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan kemandirian siswa.
b. Bagi peneliti
Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
peneliti untuk memahami dan menerapkan teori dengan konsep tentang pembelajaran
khususnya tentang metode- metode pembelajaran dan penerapannnya dalam proses
pembelajaran.
c. Bagi sekolah
Hasil penelitian ini
dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa
sehingga prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.
PEMBAHASAN
A.
Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action
research). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap
kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi
dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau
dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Suharsimi Arikunto, dkk.
2006: 3). Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggota maka penelitian
ini berbentuk individual, artinya peneliti melaksanakan penelitian tindakan
kelas (PTK) di satu kelas saja. Penelitian tindakan kelas dibagi dalam beberapa
siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan (planning), tindakan
(action), observasi (observe), serta refleksi (reflect). Penelitian tindakan adalah suatu
pendekatan khusus dalam penelitian kelas, sehingga merupakan akumulasi antara
prosedur penelitian dan tindakan substantif.
Sebagai prosedur penelitian, penelitian tindakan ditandai oleh adanya suatu kajian reflektif-diri
secara inquiri, partisipasi, dan kolaborasi terhadap latar alamiah dan atau
implikasi dari suatu tindakan. Sedangkan sebagai tindakan substantif,
penelitian tindakan ditandai oleh adanya intervensi skala kecil berupa
pengembangan program pembelajaran dengan memfungsikan latar kealamiahannya
sebagai upaya melakukan reformasi diri atau peningkatan kualitas pembelajaran Sejarah, melalui pemanfaatan media sebagai sumber
pembelajaran, sehingga menjadikan pembelajaran Sejarah menjadi lebih bermakna. Peran metode pengajaran yang digunakan yakni problem solving agar
proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan variatif.Pembelajaran
dikatakan efektif apabila para siswa dapat memaknai pesan yang disampaikan oleh
guru. Metode problem solving dapat mengajarkan pada siswa bagaimana cara
menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan sehingga didapat jalan keluarnya,
disini siswa dilatih untuk berfikir dan memberikan pandangan secara luas dengan
cara memecahkan suatu permasalahan.
Post a Comment