ABSTRAK:
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas XII IPA ISMA  Negeri 2 Bangli.  Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas XII IPA I SMA  Negeri 2 Bangli semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 30 orang, 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan.Sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar Bimbingan Konseling siswa. Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. minat belajar Bimbingan Konseling adalah nilai yang diperoleh siswa dalam mengerjakan tes minat belajar. Untuk siklus I minat belajar dan siklus II cara berpikir. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitaif dan deskriptif kualitatif. Data hasil minat belajar Bimbingan Konseling siswa akan diolah dengan menggunakan rata-rata dan ketuntasan klasikal. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil jika secara rata-rata hasil minat belajar Bimbingan Konseling siswa termasuk dalam kategori baik Dari frekuensi data tersebut diketahui kategori kurang dalam prestasi belajar adalah 0,01-6,00 dengan frekuensi 4 dan prosentase 13.3%, kategori nilai sedang adalah 6,01-8,00 dengan frekuensi 15 dan prosentase 50%, sedangkan kategori hasil belajar baik 8,01-10,00 dengan frekuensi 11 prosentase 36.6%%. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Penerapan model pembelajaran media pendidikan  dapat meningkatkan hasil belajar Bimbingan Konseling siswa kelas XII IPA I SMA  Negeri 2 Bangli semester 1 tahun pelajaran 2015/2016.
Kata kunci: metode,analisis,data,pendidikan


PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang begitu pesat, maka berkembang pula ilmu pendidikan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan tersebut. Tidak mudah mentransformasikan materi yang begitu padat dan sulit menjadi dengan mudah diterima oleh para siswa. Untuk itu diperlukan media pembantu agar siswa dengan mudah menyerap materi yang diberikan oleh guru.
Masalahnya adalah sekarang bagaimana agar dalam proses transformasi sikap dan nilai tersebut dapat berjalan dengan lancar, mudah diterima oleh siswa dan dapat menyatu raga dengan pribadi siswa. Dalam beberapa wacana disebutkan bahwa agar proses belajar mengajar berlangsung baik dan dapat dengan mudah diterima oleh siswa, siswa harus dibawa pada situasi yang konkrit, agar siswa dapat mengamati sendiri, menanggapi sendiri dan memiliki pengalaman sendiri yang bersifat nyata.
Untuk itu dalam menggunakan media pengajaran guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pengajaran, seperti apa yang disampaikan oleh Hamalik (1994), bahwa dalam mengunakan media pengajaran guru harus memahami tentang: (1) media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar, (2) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, (3) seluk beluk proses belajar, (4) hubungan antara Model Pembelajaran dengan media pendidikan, (5) nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran, (6) pemilihan dan penggunaan media pendidikan, (7) berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan, (8) media pendidikan dalam setiap mata pelajaran, dan (9) usaha inovasi dalam pendidikan.
Fenomena-fenomena tersebut di atas, mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian tindakan (action research) dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan media pengajaran pada siswa Kelas IX SMA. Beberapa alasan pentingnya media pengajaran digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dalam penelitian tindakan ini, adalah: (1) dengan media pengajaran siswa belajar akan lebih kongkrit dan tidak verbalisme, (2) siswa lebih memiliki motivasi dalam belajar, sebab dengan media pengajaran, kegiatan belajar akan lebih menarik, (3) kegiatan belajar lebih bervariatif, (4) siswa dapat melakukan kegiatan belajar sendiri dengan media pengajaran yang dihadapi, dan (5) dengan media pengajaran kegiatan belajar siswa akan lebih membawa pemikiran siswa kepada kehidupan sehari-hari.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini, maka muncul beberapa permasalahan dalam kegiatan penelitian ini. Mengapa media pengajaran sangat penting digunakan dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa dalam rangkaian kegiatan belajar mengajar? Apakah dampak penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar? Hal ini perlu dibuktikan dalam penelitian tindakan ini, khususnya pada upaya meningkatkan minat belajar siswa Kelas XII IPA I SMA Negeri 2 Bangli, Kabupaten Bangli.

B.           Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang penelitian tindakan yang berjudul “Upaya Peningkatan Minat Belajar Bidang Bimbingan Sosial Pada Materi Berkomunikasi Secara Sehat dan Dinamis Dengan Teman Sebaya Siswa Melalui  Penerapan Model Pembelajaran Media Pendidikan Pada Kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bangli, Kabupaten Bangli,Tahun Pelajaran 2015/2016 tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.       Apakah Penggunaan Media pe ngajaran dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan minat belajar siswa Kelas XII IPA?
2.     Bagaimanakah dampak penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar pada siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bangli, Kabupaten Bangli?

C.           Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian tindakan ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Penggunaan Media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan minat belajar siswa Kelas XII IPA, dan (2) Dampak Penggunaan Media pengajaran dalam Kegiatan Belajar Mengajar pada Siswa Kelas XII IPA.

D.      Manfaat Penelitian
            Berdasarkan pada rumusan tujuan penelitan tindakan tersebut, maka tujuan penelitian tindakan ini, diharapkan bermanfaat bagi :
1.         Guru Bimbingan dan Konseling
Sebagai masukan pengetahuan kepada guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar yang optimal dengan menggunakan media pengajaran yang tepat. Salah satunya adalah penggunaan media bermedia pengajaran dalam pembelajaran siswa Kelas XII IPA.
2.       Siswa SMA
       Siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar tidak verbalisme terhadap materi yang diajarkan guru, bila guru menggunakan media pengajaran dalam proses belajar mengajarnya.
3.         Lembaga SMA
Lembaga sekolah perlu memperhatikan kebutuhan media yang digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan harapan tujuan pembelajaran yang dilakukan di lembaga tersebut dapat tercapai secara optimal.
4.         Literatur
Sebagai acuan dan referensi kegiatan ilmiah lainnya yang sesuai dengan topik pembahasan yang sesuai dengan permasalahan penelitian tindakan ini.

PEMBAHASAN
Berdasarkan pada kegiatan penelitian tindakan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian yang berjudul Upaya Peningkatan Minat Belajar Bidang Bimbingan Sosial Pada Materi Berkomunikasi Secara Sehat dan Dinamis Dengan Teman Sebaya Siswa Melalui  Penerapan Model Pembelajaran Media Pendidikan Pada Kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bangli Tahun Pelajaran 2015/2016, maka akan dipaparkan paparan data dan hasil penelitian. Adapun penjabarannya sebagai berikut :

A.          Paparan Data
Berdasarkan hasil dari pengamatan dan observasi peneliti maka, dapat dipaparkan hasil penelitian tindakan (action research) berdasarkan desain pembelajaran dengan media pengajaran (peraga) yang digunakan sebagai strategi belajar siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bangli, Kabupaten Bangli. Adapun uraiannya meliputi beberapa hal sebagai berikut :
1. Minat Belajar Siswa
Dengan penggunaan media pengajaran (peraga) dalam kegiatan belajar mengajar untuk siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bangli didapatkan hasil penelitian tindakan yang menyatakan bahwa dengan menggunakan media pengajaran, minat belajar siswa Kelas XII IPA I SMA Negeri 2 Banglimenunjukkan kemajuan yang berarti. Hal ini dibuktikan dari catatan hasil observasi peneliti selama kegiatan penelitian tindakan kelas berlangsung, pada saat wawancara dengan santai (tanpa menunjukkan melakukan penelitian) maka, dari 30 siswa yang mengatakan senang terhadap kegiatan belajar mengajar dengan cara ini ada 18 siswa. Sedang akan 12 siswa lainnya tidak memiliki minat terhadap kegiatan belajar tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post