ABSTRAK
Kata Kunci:
pembelajaran matematika, metode kooperatif model TGT
Matematika merupakan suatu bahan
kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran
deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari
kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam
matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar
mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan
pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah
melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten.
Penelitian ini berdasarkan
permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan
diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT? (b) Bagaimanakah
pengaruh metode pembelajaran kooperatif model TGT terhadap motivasi belajar
siswa?
Sedangkan tujuan dari penelitian ini
adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah
diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT. (b) Ingin mengetahui
pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran
kooperatif model TGT.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran.
Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan
pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas Siswa Kelas V SD negeri 5 Kawan Data yang diperoleh berupa hasil tes
formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar
siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (77,78%), siklus III
(88,89%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode
kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Siswa Kelas V SD negeri 5 Kawan serta model pembelajaran ini dapat digunakan
sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.
- PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan
dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep
diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima,
sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan
jelas.
Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses
penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.
Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis,
logis, kritis, kreatif dan konsisten.
Langkah-langkah tersebut memerlukan partisipasi aktif dari siswa. Untuk
itu perlu ada metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam
pembelajaran. Adapun metode yang dimaksud adalah metode pembelajaan kooperatif.
Pembelajaran kooperatif adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa bekerja
dalam kelompok-kelompok untuk menetapkan tujuan bersama. Felder, (1994: 2).
Penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki
dampak yang amat positif terhadap siswa yang rendah hasil belajarnya. (Nur,
1996: 2).
Pete Tschumi dari Universitas Arkansas Little Rock memperkenalkan suatu
ilmu pengetahuan pengantar pelajaran komputer selama tiga kali, yang pertama
siswa bekerja secara individu, dan dua kali secara kelompok. Dalam kelas
pertama hanya 36% siswa yang mendapat nilai C atau lebih baik, dan dalam kelas
yang bekerja secara kooperatif ada 58% dan 65% siswa yang mendapat nilai C atau
lebih baik (Felder, 1994:14).
Berdasarkan paparan tersebut diatas maka peneliti ingin mencoba
Penerapan Metode Kooperatif Model TGT (Team Games Tournament) Sebagai
Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V SD
Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah
sebagai berikut:
- Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT pada siswa kelas V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015?
- Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model TGT terhadap motivasi belajar siswa V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
- Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT pada siswa kelas V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015
- Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model TGT pada siswa kelas V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan pada permasalahan dalam
penelitian tindakan yang berjudul Penerapan Metode Kooperatif Model TGT
(Team Games Tournament) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar
Matematika Pada Siswa Kelas V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015 yang dilakukan oleh peneliti, dapat dirumuskan
hipotesis tindakan sebagai berikut:
"Jika
Proses Belajar Mengajar Siswa Kelas V SD Negeri 5 Kawan menggunakan metode kooperatif model TGT dalam menyampaikan materi pembelajaran, maka dimungkinkan
minat belajar dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 5 Kawan akan lebih baik dibandingkan dengan proses belajar
mengajar yang dilakukan oleh guru sebelumnya".
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini
dapat memberikan manfaat bagi:
- Sekolah sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.
- Guru, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
- Siswa, dapat meningkatkan motiviasi belajar dan melatih sikap sosial untuk saling peduli terhadap keberhasilan siswa lain dalam mencapai tujuan belajar.
- Meningkatkan belajar siswa pada pelajaran matematika.
- Mengembangkan model pembelajaran yang sesuai.
F.Definisi Operasional Variabel
Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka
perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:
- Metode pembelajaran kooperatif :
Pembelajaran
kooperatif adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja dalam
kelompok-kelompok untuk menentapkan tujuan bersama. (Felder, 1994: 2).
- Motivasi belajar adalah;
Merupakan daya
penggerak psikis dari dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan
belajar dan menambah keterampilan, pengalaman. Motivasi mendorong dan mengarah
minat belajar untuk tercapai suatu tujuan.
- Prestasi belajar adalah;
Hasil belajar
yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa
mengikuti pelajaran matematika.
G. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang
meliputi;
- Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas V SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015
- Penelitian ini dilakukan pada bulan Sepetember semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015.
- Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan pengukuran
3. KAJIAN PUSTAKA
A. Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup
belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,
berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. (KBBI,
1996: 14).
Sependapat dengan pernyataan tersebut Sutomo (1993: 68) mengemukakan
bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang yang dengan
sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau
mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu
peoses yang menyebabkan perubahan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh
proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan,
kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain. (Soetomo,
1993: 120).
Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa
belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada situasi
tertentu.
B. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa
untuk bekerja dalam kelompok-kelompok untuk menetapkan tujuan bersama. (Felder,
1994: 2).
Dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
kooperatif adalah suatu metode pembelajaran dengan cara mengelompokkan siswa ke
dalam kelompok-kelompok kecil untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah.
Kemampuan siswa dalam setiap kelompok adalah hiterogen.
Dalam pembelajaran kooperatif siswa tidak hanya sebagai objek belajar
tetapi menjadi subjek belajar karena mereka dapat berkreasi secara maksimal
dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena pembelajaran kooperatif
merupakan metode alternatif dalam mendekati permasalahan, mampu mengerjakan
tugas besar, meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosial, serta perolehan
kepercayaan diri.
Berdasarkan unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif, Johnson, Johnson
dalam Wahyuni (2001: 10) menyebutkan peranan guru dalam pembelajaran kooperatif
sebagai berikut:
- Menentukan objek pembelajaran
- Membuat keputusan menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar sebelum pembelajaran dimulai.
- Menerangkan tugas dan tujuan akhir pada siswa.
- Menguasai kelompok belajar dan menyediakan keperluan tugas.
- Mengevaluasi prestasi siswa dan membantu siswa dengan cara mendiskusikan cara kerjasama.
C. Keterampilan-Keterampilan Kooperatif
Pembelajaran kooperatif akan terlaksana dengan baik jika siswa memiliki
keterampilan-keterampilan kooperatif. Keterampilan-keterampilan kooperatif yang
perlu dimiliki siswa seperti diungkapkan Nur (1996: 25) adalah keterampilan
kooperatif tingkat awal, tingkat menengah dan tingkat mahir.
1. Keterampilan kooperatif
tingkat awal
2. Keterampilan kooperatif
tingkat menengah
3. Keterampilan
kooperatif tingkat mahir
D. Pembelajaran Kooperatif Model TGT (Team Games Tournament)
Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif mode TGT sebagai berikut:
- Kelompokkan siswa dengan masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampai dengan lima orang. Anggota-anggota kelompok dibuat heterogen meliputi karakteristik kecerdasan, kemampuan awal matematika, motivasi belajar, jenis kelamin, atupun latar belakang etnis yang berbeda.
- Kegiatan pembelajaran dimulai dengan presentasi guru dalam menjelaskan pelajaran berupa paparan masalah, pemberian data, pemberian contoh. Tujuan peresentasi adalah untuk mengenalkan konsep dan mendorong rasa ingin tahu siswa.
- Pemahan konsep dilakukan dengan cara siswa diberi tugas-tugas kelompok. Mereka boleh mengerjakan tugas-tugas tersebut secara serentak atau saling bergantian menanyakan kepada temannya yang lain atau mendiskusikan masalah dalam kelompok atau apa saja untuk menguasai materi pelajaran tersebut. Para siswa tidak hanya dituntut untuk mengisi lembar jawaban tetapi juga untuk mempelajari konsepnya. Anggota kelompok diberitahu bahwa mereka dianggap belum selesai mempelajari materi sampai semua anggota kelompok memahami materi pelajaran tersebut.
- Siswa memainkan pertandingan-pertandingan akademik dalam tournament mingguan dan teman sekelompoknya tidak boleh menolong satu sama lain. Pertandingan individual ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaaan siswa terhadap suatu konsep dengan cara siswa diberikan soal yang dapat diselesaikan dengan cara menerapkan konsep yang dimiliki sebelumnya.
- Hasil pertandingan selanjutnya dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya dan poin akan diberikan berdasarkan tingkat keberhasilan siswa mencapai atau melebihi kinerja sebelumnya. Poin ini selanjutnya dijumlahkan untuk membentuk skor kelompok.
- Setelah itu guru memberikan pernghargaan kepada kelompok yang terbaik prestasinya atau yang telah memenuhi kriteria tertentu. Penghargaan disini dapat berupa hadiah, sertifikat, dan lain-lain.
- METODOLOGI
PENELITIAN
Penelitian ini
merupakan penelitian tindakan (action
research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah
pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif,
sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan
bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
A. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan
penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di
SD negeri 5 Kawan
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat
penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September
semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015.
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas V SD negeri 5 Kawan pokok
bahasan pengukuran
B. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Tim
Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif
oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari
tindakan mereka dalam melaksanakan
tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu,
serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam
Mukhlis, 2000: 3).
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,
maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan
Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu
ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan),
observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada
siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan,
dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang
berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian
tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran
pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.
2. Rencana Pelajaran
Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman
guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RPP berisi
kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran
khusus, dan kegiatan belajar mengajar.
3. Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses
pengumpulan data hasil eksperimen.
4. Lembar Observasi Kegiatan
Belajar Mengajar
a. Lembar
observasi pengolahan metode pembelajaran kooperatif model TGT, untuk mengamati
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.
b. Lembar
observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru
selama proses pembelajaran.
5. Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan
pemahaman konsep matematika pokok bahasan pengukuran Tes formatif ini diberikan
setiap akhir putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif).
D. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui
observasi pengolahan metode pembelajaran kooperatif model TGT, observasi
aktivitas siswa dan guru angket motivasi siswa, dan tes formatif.
Post a Comment