Yang butuh contoh lengkpap silakan klik ikon WA

A. Latar Belakang Masalah
              Sepakbola  adalah salah satu jenis olah  raga yang sangat digemari orang seluruh dunia. Olah raga ini sangat universal. Selain digemari  orang laki-laki olah raga ini juga digemari para perempuan tidak hanya tua muda bahkan anak-anak Sejak tahun 1990 an olah raga ini mulai digunakan untuk  para wanita meskipun sebelumnya olah raga ini hanya diperuntukkan bagi kaum pria.
              Olah raga ini melibatkan 11 orang dalam satu teamnya. Untuk menjadi pemenang dalam suatu pertandingan harus melawan satu team lainnya. Lapangan . para pemain sepak bola memperebutkan sebua bola untuk dimasukkan ke dalam gawang yang dijaga  seorang penjaga gawang (goal keeper)
              Sepak bola  merupakan olah raga yang simple, sederhana dan murah. Bahkan hamper tidak memerlukan biaya. Namun bila pertandingan yuang professional, olah raga ini biayanya bisa terbesar dari aneka cabang olah raga lainnya. Untuk mengelola  dan menghidupi sebuah klub sepak bola bisa memakan biaya milyaran rupiah. Di satu pihak sepak bola dikatakan hamper tidak memerlukan biaya, karena alat dan sarana yang  dibutuhkan hanya satu benda bulat dan tanah lapang. Benda bulat yang disebut bola itu bisa  bola yang mahal, (bola karet), bola plastic, jeruk bali (keprok) atau jerami, kertas, serabut kelapa, yang pengelola  harus mengadakan studi banding, harus tanggap akan anak asuhnya, mau belajar dari pengalaman pahit, sekkaligus berusaha membuktikan pengelolaan yang  lebih professional.
              Berdasarkan uraian-uraian diatas , cabang olah raga bola sepak bola menarik untuk dikaji bersama sehingga perkembangan sepak bola Indonesia semakin diminati masyarakat sekaligus mampu duduk sejajar dengen club-club di negeri luar. Sedangkan masalah yang khusus menarik untuk dibahas bersama dengan judul “Upaya  Meningkatkan Kelincahan dan Kecepatan  Dalam  Bermain Sepak Bola Pada Siswa  Kelas VI SD Negeri 5 Kawan Tahun Pelajaran 2014/2015”


Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
              Ada beberapa teknik dasar dalam permainan  sepak bola yang harus dikuasai oleh pemain , antara lain menendang, menggiring, mengontrol , menyundul dan menghentikan bola.
     1.  Menendang Bola
                   Pemain  sepak bola harus mampu melakukan gerakan menendang bola dengan baik dan benar sesuai dengan fungsi atau bagian kaki yang akan digunakan. Pada dasarnya cara menendang bola dapat dibedakan  menjadi empat yaitu:
          a.  Teknik menedang  dengan kaki bagian dalam
              Teknik  menendang  dengan  kaki bagian dalam dapat dilakukan sebagai berikut:
              1.  Sikap permulaan
                   Posisi badan harus dengan bola. Salah satu kaki menumpu di samping bola dengan ujung kaki mengarah ke depan serta lututnya sedikit ditekuk dan badan agak condng ke depan. Kaki sepak (tending) dibuka ke luar selebar  90° hingga mata kaki  mengarah ke depan bola. Pandangan dipusatkan pada bola yang akan ditendang. Kedua lengan menjaga keseimbangan.
             2.    Gerakan
                   Kaki tendang ditarik ke belakang, kemudian diayunkan ke depan mengenai bola dengan menggunakan kaki bagian  dalam tepat pada titik pusat tendang hingga bola bergerak ke depan.
               3.  Sikap akhir
                   Gerakan selanjutnya diikut  oleh  gerak lanjut dari kaki tendang yang diimbangi anggota tubuh lainnya, kesadaran yang sering terjadi adalah:
                   1.  Sikap badan kaki
                   2.  Kaki tumpu tidak disamping bola
                   3.  Badan kurang condong
                   4.  Tidak diikuti gerak lanjut
          b.  Teknik menendang bola dengan panggung kaki
              Teknik menggunakan punggung kaki dapat dilakukan sebagai berikut:
              1.  Sikap permulaan
                   Sikap badan di belakang bola yang menyudut ± 30°. Kemudian pada saat akan menendang bola yang berjarak sekepal tangan. Bersamaan dengan mengayun kaki tendang bola ke belakang. Badan sedikit condong ke depan dan kedua lengan menjaga keseimbangan Pandangan dipusatkan  ke bola
              2.  Gerakan
                   Pada saat kaki tendang mengayun ke depan, kaki mengaruh ke bola, pergelangan kaki di titik tengah, ujung kaki selangkah  ke samping bawah, kemudian bola ditendang tepat pada sasaran titik pusat tendang
              3.  Sikap akhir
                   Sikap akhir tendangan dukung oleh gerak lanjut tendang yang diikuti anggota badan seluruhnya.
          c.  Teknik menendang dengan punggung kaki adalah sebagai berikut:
              Teknik menedang dengan panggung kaki adalah sebagai berikut:
              1.  Sikap permulaan
                   Pemain berdiri agak ke belakang di samping bola dengan jarak kaki tumpu lebih kurang sekepal tangan. Kemudian gerak kaki tendang ke belakang harus dengan bola. Pandangan kearah tendangan.
              2.  Gerakan
                    Dengan mengayun dan menggerakkan kaki, tendangan bola sekuat-kuatnya ke depan dengan menggunakan punggung kaki.
              3.  Sikap akhir
                   Sikap  akhir dari tendangan diikuti dengan gerak lanjut kaki tendang dan diikuti oleh anggota tubuh lainnya.
          d.  Teknik menendang dengan punggung kaki bagian luar
     2.  Mengontrol Bola
                   Mengontrol bola adalah suatu upaya untuk meguasai bola sebelum bola dihentikan  oleh kaki. Dalam upaya mengontrol bola pemain harus dalam kondisi siap dengan pengamanan yang tepat agar dapat menguasai bola sepenuhnya. Setelah bola tersebut terkontrol dengan baik, bola baru dihentikan
          Menghentikan bola depan dilakukan dengan cara
          a.  Menghentikan bola dengan telapak kaki
              Sebelum menghentikan bola dengan telapak kaki pemain terlebih dahulu mengontrol bola dan mendekati bola yang sedang bergerak. Bola tersebut dihentikan dengan telapak kaki, dengan cara menyongsong bola yang datang, kemudian telapak kaki ditarik ke belakang bersamaan dengan datangnya bola.
          b.  Menghentikan bola dengan punggung kaki
              Pada umumnya menghentikan bola dengan punggung kaki dilakukan jika bola jauh dari udara. Cara  menghentikan bola  dengan  punggung kaki sebagai berikut:
              1.  Pemain bergerak ke arah bola
              2.  Tepat di bawah bola melambung, angkatlah kaki ke depan atas yang digerakkan untuk menghentikan bola dengan punggung kaki.
              3.  Tahan bola dengan menggunakan kaki dengan  sedikit sentuhan atau tarikan.
              4.  Bola jatuh diantara kedua kaki
          c.  Menghentikan bola dengan dada
              Cara menghentikan bola dengan dada sebagai berikut
              1.  Pemain mengontrol bola yang  melayang dengan cermat
              2.  Majulah untuk menjemput bola
               3.  Dalam posisi seimbang, dada dibuka leher dan kedua tangan melebar
              4.  Tahan bola yang tepat di dada dengan sedikit sentuhan atau berikan ke belakang
              5.  Bola jatuh di antara kedua kaki
          d.  Menghentikan bola dengan paha
         
     3.  Menggiring Bola
                   Menggiring bola adalah suatu gerakan membawa bola  dengan menggunakan kaki untuk menuju daerah pertahanan lawan  dan untuk mengelak penjagaan lawan.
                   Ada  beberapa cara menggiring  bola yaitu menggiring bola menggunakan punggung kaki  bagian dalam dan menggiring bola menggunakan punggung kaki  bagian luar.
    
     4.  Menyundul  Bola
                   Menyundul bola adalah saat upaya mengambil bola yang  melayang di udara dengan  dengan menggunakan kepala.
                   Daerah pernekaan bola dan kepala pada saat akan melakukan sebuah sundulan adalah kening, karena kening merupakan bagian yang terkuat dari kepala.
          a.  Menyundul Dengan  Awalan Melompat
              Cara menyundul dapat dilakukan sebagai berikut
              1.  Sikap permulaan
                   Pemain berdiri dari posisi seimbnag menghadap sasaran. Pandangan mengarah dan mengontrol bola yang berada di udara.
              2.  Gerakan
                   Bergeraklah mendekati bola setelah berjarak satu meter antara kepala dan bola, lalu melompat untuk melakukan sundulan dengan  menguatkan leher. Sundulan bola dilakukan dengan kepala atau kening. Mendaratlah dengan tumpuan kaki.
           b. Menyundul  bola tanda awalan
              Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
              1.  Sikap permulaan
                   Pemain berdiri dalam posisi seimbnag menghadap kearah bola yang datang. Kedua kaki di buka sejajar dan  pandangan  kea rah bola. Kedua lengan terbuka ke samping tetapi rileks
              2.  Gerakan
                   Bola kira-kira satu meter didepan kepala dengan melengkungkan sedikit ke belakang otot leher. Kemudian gerakan bola ke depan sehingga  kepala menyudul bola.
     5.  Merebut bola dari kaki lawan
                   Merebut bola adalah usaha untuk menguasai atau menghadang bola dari pengguasaan lawan. Hal itu biasanya dilakukan ketika pemain sedang berada dalam posisi bertahan. Teknik merebut bola dapat dibedakan menjadi:
          a.  Merebut bola dari posisi depan
          b.  Merebut bola dari posisi samping
          c.  Mererbut bola sambilo meluncur
          d.  Merebut bola dengan menggunakan bahu
          Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan  oleh pemain dalam mererbut bola, yaitu:
          a.  Konsentrasi dan pandangan selalu mengarah  pada bola
          b.  Saat menghadapi bola, dibutuhkan ketenangan dan keseimbangan
          c.  Dituntut ketepatan dalam merampas bola
          d.  Ketika melakukan perebutan bola, tidak boleh melakukan pelanggaran.
C. Teknik Gerakan Tanpa Bola
              Gerakan tanpa bola, sebenarnya sangat penting dan menentukan dalam suatu serangan. Dengan  gerakannya, pemain tanpa bola dapat menciptakan berbagai keadaan yang menguntungkan bagi pihaknya. Pemain sepak bola modern sekarang ini dimainkan dengan cara bermain dnegan rajin bergerak. Pemain  yang tidak mampu bergerak dengan cepat dan rajin, tidak akan pernah dapat menjadi pemain baik.
     Membebaskan diri dari lawan dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
     1.  Dengan gerak yang tiba-tiba sehingga lawan ketinggalan untuk bertindak dan menggunakan “ saat” yang mengertikan untuk dapat menerima operan dalam keadaan bebeas.
     2.  Pemain dapat juga menciptakan “ posisi bebas” tersebut dengan berhentik tiba-tiba atau dengan cepat mengubah arah.
     3.  Atau pemain mencoba ‘ melelahkan” lawan dengan ara terus menerus berlari, sehingga dapat menerima bola tanpa gangguan lawan.
     4.  Dapat berpura-pura tidak aktif, seperti kelelahan atau seakan—akan tidak berminat, sehingga lawan lengah, lalu mengambil kesempatan tersebut.
     Berlari ke tempat kosong dapat dilakukan dalam berbagai bentuk . setiap bentuk mengandung makna. Bentuk-bentuk berlari ke  tempat kososng sebagai berikut:
     1.  Bergerak kearah teman yang membawa bola
     2.  Berlari menjauhi “ daerah bola” dengan maksud untuk dapat menerima operan jauh.
     3.  pemain penyerang depan bergerak mundur, berlari telah melepaskan diri dari kawalan fisik lawan, untuk dapat menerima operan
     4.  Pemain yang berlari dengan kencang kearah pertahanan lawan dan menuju kearah tengan lapangan, merupakan cirri dari serangan balik.
     5.  Mengikuti teman yang membawa bola juga berarti siap untuk membantu dan memperkuat penyerangan. Sering dilakukan dalam  daerah pertahanan sendiri atau di lapangan tengah.

Teknik Gerakan  Dengan Bola Pola Penyerangan
              Pemain  yang menguasai bola, sebelum  bola tersbut dioperkan kepada temannya akan melakukan gerakan dengan bola, baik itu berupa “ berlari dengan bola” aau gerakan menggiring bola. Memang  terdapat sedikit perbedaan antara “ berlari dengan bola” dan menggiring bola. Berlari dengan bola selalu dalam jangkauan. Langkah konstan  dan tidak terlalu sering menyentuh bola. Sedangkan menggiring bola adalah mengubah arah dan kecepatan bola dengan sentuhan-sentuhan kaki yang cepat.
     Teknik gerakan dengan bola pada pola penyerangan sebagai berikut:
     1.  Wall Pass  atau Operan Satu-Dua
                   Wall Pass  atau operan satu-dua memang merupakan gerak yang sangat sederhana dari dua orang pemain. Pemain A mengoper bola pada b, kemudian lari ke posisi baru. Pemain B tanpa menahan bola mengoper kembali kepada A yang menerima bola tersebut pada posisi baru. Walaupun sederhanam namun diperlukan latihan yang tekun dan sungguh-sungguh dari pemain. Diperlukan kecerdikan dari pemberi bola pertama untuk mencari “ lobang” kemana dia bisa berlari untuk menerima operan keduaaa.
     2.  Lemparan ke Dalam
                   Jika dilakukan secara baik, berencana dan dilatih dengan sunguh-sungguh maka lemparan ke dalam dapat  menjadi awal dari serangan yang berbahaya. Terutama sekali jika lemparan ke dalam ini terjadi di daerah pertahaan lawan.
3.  Tendangan Penjuru
              Keberhasilan tendangan sudut ke kotak  penalty bergantung kepada dua hal yaitu
     a.  Keterampilan pemain penyerang dalam menyundul bola  ke gawang lawan.
     b.  Kemampuan pihak bertahan untuk menyapu bola-bla tinggi didaerah penalty, termasuk kemahiran penjaga gawang dalam memotong dan menangkap bola-bola tinggi di kotak penalty.
     Teknik Gerakan Dengan  Bola Pola Pertahanan
              Dalam permainan sepak bola dikenal tiga  bariasan pemain yaitu (1) Barisan Penyerang, (2) Barisan Pemain lapangan tengah (3) barisan pertahanan (pemain belakang). Pemain belakang atau barisan pertahanan ini mempunyai “ tugas utama” , untuk mempertahankan dan melindungi daerah berbahaya atau gawangnya dari serangan lawan. Dalam menjalankan tugas utama ini, terdapat cara-cara, tugas, pola teknik, atau strategi tertentu yang perlu dipahami.
     1.  Penjagaan Satu Lawan Satu ( Man to Man Marking)
                   Prinsip dasar permainan bertahan adalah penjagaan  (marking). Penjagaan yang paling pantas dilakukan di daerah pertahanan adalah penjagaan orang per orang. Dalam hal ini setiap pemain bertanggung jawab untuk menjaga seorang pemain lawan. Penjaga yang lebih diutamakan adalah penjagaan dilakukan secara ketat, dan diminta tidak perlu lawan dapat ditinggalkan. Dari pada pikir seperti inilah datangnmya kemungkinan-kemungkinan dalam sepak bola modern dimana pemain belakang justru dapat ikut menyerang bahkan mencetak gol.
     2.  Penjagaan Daerah (Zona Marking)
                   Dalam pertahanan dengan cara penjagaan daerah ini, seorang pemain menjaga daerah (zone) tertentu di daerah pertahanan. Setiap lawan yang masuk ke daerah tersebut menjadi urusan  dari men- tackle pemain lawan yang masuk ke daerahnya. Begitu  lawan meninggalkan daerahnya urusan diambil alih oleh pihak bertahan lain, ke daerah mana lawan tersebut masuk.
     3.  Penjagaan Gabungan
                   Penjagaan gabungan adalah cara  penjagaan terpadu antara satu lawan dengan penjagaan daerah. Artinya stiap pemain menjaga lawan tertentu, akan tetapi jika lawan tersebut tiba-tiba menukar  posisinya dengan pemain lawan. Maka “ jagaanya” dapat diserahkan kepada teman lain dan segala menjaga pemain lainnya.
                   Dengan kata lain tidak perlu “ mengikuti” lawan  yang harus dijaganya terus-menerus. Untuk pelaksanaan ini tentu saja diperlukan pengertian dan kerjasama yang baik sesama pemain bertahan. Sebab sering mengalami adanya tukar menukar posisi dari lawan, sehingga terjadi tukar menukar tugas.
     4.  Latihan Bermain Dengan Teknik Sederhana
                   Latihan bermain sepak bola mempunyai berbagai tujuan khusus, antara lain dapat (1) meningkatkan penguasaan keterampilan teknis dalam situasi bermain (2) melatih dan menerapkan teknik tertentu, (3) melatih kerja sama yang baik bagian atau unit tertentu, maupun tim secara keseluruhan dan (4) meningkatkan kualitas fisik.
                        Selanjutnya berbagai strategi teknik bermain, gerakan tertentu, tidak akan dapat dikuasai tanpa penerapan di lapangan, terutama dalam situasi permainan. Hal tersbut dilatih dalam bentuk-bentuk latihan bermain dnegan tugas-tugas yang ditentukan, sesuai dngan aspek-aspek seperti yang dikemukakan di atas. Bersamaan dengan melatih unsur-unsur tersebut terbina pula kerjasama antara pemain dalam unit-unit tertentu menurut tugas masing-masing

F. Metode Demonstrasi
              Penggunaan metode demonstrasi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemonstrasikan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya. Keahlian mendemonstrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru atau pelatih yang ditunjuk, setelah didemonstrasikan, siswa diberi kesempatan melakukan latihan keterampilan seperti yang diperagakan oleh guru atau pelatih.
              Metode demonstrasi ini sangat efektif menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan seperti Bagaimana Prosesnya? Terdiri dari unsur apa? Cara mana yang paling baik? Bagaimana dapat diketahui kebenarannya? Melalui pengamatan induktif.
     Metode demonstrasi dapat dilaksanakan:
     1.  Manakala kegiatan pembelajaran bersifat formal, magang atau latihan
     2.  Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan menggunakan bahasa asing dan prosedur melaksanakan suatu kegiatan.
     3.  Manakala guru, pelatih, instruktur bermaksud menyederhanakan akan pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya.
     4.  Pengajar bermaksu menunjukkan suatu standar penampilan
     5.  Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/praktif yang kita laksanakan.
     6.  Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingka dengan kegiatan hanya mendengar ceramah atau membaca di dalam buku , karena siswa memperoleh gambaran yang jelas atau eksperimen.
     7.  Bila  beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses  demonstrasi atau eksperimen.
     8.  Bila siswa turut aktif bereksperimen maka ia akan memperoleh pengalaman-pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan social.


Post a Comment

Previous Post Next Post